Kunjungan Tim EVP Divisi Bisnis Service Telkom Jakarta

Executive Vice President (EVP) Divisi Bisnis Service PT Telkom Jakarta, Syaifudin, MBA, Jum’at (12/03/2021), mengunjungi laboratorium fiber optic SMK Batik Perbaik Purworejo.

Kunjungan ini, sebagai tindak lanjut dari kerjasama Telkom dan SMK Batik, dengan pendirian laboratorium fiber optic di sekolah yang berlokasi di jalan KH Ahmad Dahlan, Purworejo ini.

Kunjungan Syaifudin yang didampingi GM LBS, Asrul Sani ini, disambut Kepala SMK Batik Perbaik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi, S.Pd dan jajarannya, Ketua Yayasan Pendidikan Batik Perbaik Purworejo, Faisol Yusuf, Manajer BGES Magelang, Retno Yulistawati, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaifudin menyampaikan, SMK Batik merupakan sekolah pertama yang membuka laboratorium fiber optic di Purworejo. Secara keseluruhan, jumlah SMK yang memiliki laboratorium fiber optic ini mencapai 180 an.

Saat ini di Telkom, ungkap Syaifudin, untuk Indihome nya kurang dari 10 juta, yang pasti memakai fiber optic. Sementara penduduk Indonesia sudah ratusan juta, mungkin untuk rumahnya, untuk mencapai 20 juta saja, pasarnya masih luas.

“Kalau Telkom sebagai penggelar jaringan fiber optic utama bisnisnya masih tumbuh, area yang dilayani masih luas, tentunya masih membutuhkan tenaga kerja,” ujar Syaifudin.

Syaifudin berharap, paket kerjasama ini nanti bisa diteruskan ke sertifikasinya. Saat ini, mungkin baru labnya. Tapi ketika lulusan SMK Batik nanti setelah praktek, dan paket kurikulum dari Telkom diimplementasikan disini, lulus, ada sertifikasinya, Syaifudin yakin lulusan SMK Batik akan mudah diterima di pasar-pasar, utamanya Telkom atau Telkom Akses, atau operator lainnya.

“Telkom sekarang sedang mengarah ke transformasi telpon digital. Eranya sudah digitalisasi. Dan fiber optic ini sangat dibutuhkan. Dari Telkom sangat mendukung ini,” ujar Syaifudin.

Sementara itu, Kepala SMK Batik Perbaik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi mengungkapkan, laboratorium fiber optic tersebut sudah didirikan sejak setahun silam. Dan rencananya, akan dilaunching pada bulan Juni 2021, bersamaan dengan peringatan HUT SMK Batik.

“Semoga nanti lab ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Kita terus tetap membuat perencanaan-perencanaan, supaya nanti anak-anak di SMK Batik, khususnya jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), lulus dari sekolah bisa diterima di masyarakat, bekerja, khususnya di Telkom, baik di Telkom Akses ataupun lainnya,” kata Pipit, demikian panggilan akrab Yati Dwi Puspita Adi.

Ada alasan, kata Pipit, kenapa sekolahnya bekerjasama sama dengan Telkom, dengan mendirikan laboratorium fiber optic. Menurutnya, di sekian banyak sekolah yang memiliki jurusan TKJ, umumnya fokus di perbaikan laptop, perbaikan komputer, perakitan, dan lainnya.

“Tapi SMK Batik Purworejo memberanikan diri mengambil untuk fiber opticnya, karena jaringan itu belum semuanya tersentuh oleh SMK. Karena jauh kedepan, untuk fiber optic jelas masih sangat diperlukan di dunia industri. Sehingga Insya Allah ini akan bermanfaat bagi kita semua, khususnya anak-anak,” pungkas Pipit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *